note to self..

akhir-akhir ini saya sering diskusi dengan temen tentang... tentang apa aja yang lagi ada di pikiran kita . ceritanya random lompat sana lompat sini ngalur-ngidul dan gak jelas tapi saya selalu dapat catatan catatan kecil yang bisa saya simpan dari diskusi sok tau kami. contohnya saja saya dan temen temen pernah ngebahas ranah politik negeri tercinta dengan sudut pandang masing masing dari kami dan bergaya bak pengacara handal yang lagi berdebat di acara Jakarta Lawyer Club. terkadang saya jadi berpikir kenapa saya masuk IT bukan hukum atau ekonomi mungkin, paling banter saya jadi dapat wadah buat mengeluarkan pendapat saya tentang kasus di negeri ini dengan tentunya dibekali ilmu hukum/ekonomi saya dan bukannya ilmu sok tau yang saya punya sekarang. bicara tentang ngeluarin pendapat, sebagai mahasiswi bukan hal yang aneh lagi ngeliat sesama mahasiswa/i ngeluarin pendapat mereka dengan demo. saya sempat ngebahas ini dengan temen temen lain dan kami sependapat dengan kita sebagai mahasiswa (kaum intelek) berhak atau bahkan dituntut untuk peka
dengan keadaan sekitar kita. kita boleh ngeluarin aspirasi dengan demo mungkin tapi gak dengan yang namanya anarkisme, pemblokiran jalan, merusak fasilitas umum. hey kita kaum intelek kan? bukan preman pasar? yang taunya ngomong pake otot bukan otak. salah satu temen saya ada yang bilang "kalau mau rubah keadaan negeri ini mulailah dengan merubah diri sendiri setelah berpengaruh barulah mencoba untuk merubah negeri ini dengan pengaruh yang kita miliki" apa jadinya kalau semua mahasiswa/i berpikiran sama dengan temen saya ini saya jamin negeri kita kedepannya gak bakalan stuck kayak gini. ada seorang asisten dosen pernah berkata bahwa sekarang tukang becak kalau lagi pada berantem mereka mengingatkan satu sama lain dengan, "hei jangan seperti mahasiswa dong kerjanya tawuran mulu" deg! ini merupakan tamparan keras buat kita para mahasiswa. bukannya saya anti demo tapi stereotype dari demo selama ini kalau bisa ya tolong di rubah lah tunjukkan kalau kita kaum intelektual. ini bukan jaman penggulingan orde baru lagi yang segala sesuatunya harus diselesaikan dengan kekerasan. apa gunanya kita berkoar koar anti korupsi toh kalau kalian duduk di posisi itu bisakah kalian jamin kalian tidak akan korupsi? saya dan temen temen berpandapat kalo ngebahas masalah korupsi gak bakalan ada habisnya daan kami pun pindah topik..

oh ya beberapa minggu yang lalu saya juga sempat baca ulang novel 5cm. dari novel tersebut saya dapat beberapa catatan catatan kecil lagi seperti "biarkan cita-citamu mengambang “5 centimeter” di depan kening kamu" kata kata ini seolah olah menyuruh saya untuk berani bermimpi, beranilah memiliki keinginan! walau pikiran sadar kita bakalan ngomong "alaah gak mungkin", tetapi kita harus berani menetapkan tujuan. karena nyatanya, ketika kita berani memutuskan untuk menggapai mimpi kita, alam bawah sadar kita justru bekerja membantu kemungkinan-kemungkinan mimpi tersebut menjadi kenyataan (pesan tersirat yang saya dapat sewaktu habis baca novel ini) tapi jujur loh kadang saya dilemma buat nerusin mimpi saya atau malah menghentikannya saat itu juga i mean Raditya Dika pernah ngomong kayak gini di marmut merah jambunya "Kalau mimpi kita ketinggian, kadang kita perlu dibangunkan oleh orang lain" nah kan bingung! disatu sisi kita disuruh buat bermimpi mimpi setinggi tingginya di sisi lain mungkin kita bakalan tersadar dengan realita kalau kemungkinan mimpi kita terealisasikan itu kecil. disini saya mencoba mengambil jalan tengah, sebagai manusia kita diwajibkan punya mimpi, I mean the real one! bukan mimpi yang berubah ubah. mimpi yang bisa kita jadikan tujuan hidup dengan konsekuensi kita harus sungguh sungguh buat merealisasikannya. kata kadang nya Raditya Dika gak selamanya diartikan kita gak boleh mimpi ketinggian mungkin maksudnya (menurut saya) buat berani bermimpi tinggi ada tanggung jawab besar yang harus kita pegang gak asal main mimpi aja.

setidaknya itulah catatan catatan kecil buat hidup saya kedepannya. semoga catatan catatan tersebut bisa saya realisasikan atau setidaknya tidak bakalan saya langgar #crossfinger. btw that's all my note folks, ini catatanku mana catatanmu? :p 
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "note to self.."

Post a Comment

heyho welcome to my trashy place which-we-called-it-blog folks :)
I my me mine. Powered by Blogger.

Blogger templates